Warta

Permintaan Sapi Kurban Iduladha 2025 Meningkat, Stok Menipis di Samarinda

KLIKSAMARINDA – Penjualan sapi kurban untuk Hari Raya Iduladha tahun 2025 melampaui ekspektasi para peternak di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Sejumlah peternak mengaku kewalahan memenuhi permintaan pembeli yang terus meningkat, meskipun pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan anggaran.

Pembatasan anggaran pemerintah ternyata tidak mengurangi daya beli masyarakat yang akan berkurban.

Sejumlah pedagang bahkan harus mencari sapi tambahan untuk melayani permintaan pelanggan yang membludak.

Kondisi ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban tahun ini.

Kelompok Tani Damar Wulan di Desa Lubuk Sawah, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, menjadi contoh nyata fenomena ini.

Sebanyak 400 ekor sapi yang ada di kandang mereka pada Rabu, 3 Juni 2025, semuanya sudah laku terjual habis.

Kini para peternak hanya menjalankan kewajiban merawat sapi-sapi yang telah dibeli warga.

Hendra, peternak sapi Damar Wulan, mengungkapkan bahwa sapi miliknya telah laku 17 ekor sejak awal Juni.

“Bapaknya masih satu ekor, 17 ekor sudah habis. Tahun kemarin 24 ekor habis,” ungkapnya, Selasa 3 Juni 2025.

Ia bahkan harus menambah beberapa ekor sapi lagi untuk memenuhi permintaan pembeli yang terus berdatangan.

Tidak hanya memberi makan, para pedagang sapi juga memandikan hewan kurban yang dititipkan di kandang mereka agar terlihat bersih saat akan disembelih.

Perawatan intensif ini menjadi nilai tambah bagi para pembeli yang ingin hewan kurbannya dalam kondisi prima.

Gunanto, peternak sapi warga Kelurahan Mugirejo Samarinda, mengatakan sapi miliknya sudah habis terjual sejak minggu lalu.

“Alhamdulillah untuk tahun ini lancar, tidak ada kendala. Kurang lebih sekitar 400 ekor dari peternak yang ada di Lubuk Sawah ini semuanya habis. Sampai hari ini saya dan teman-teman juga sempat membantu, kewalahan untuk mencarikan hewan kurban karena masih banyaknya permintaan,” jelasnya.

Meski ada isu efisiensi yang diterapkan pemerintah, sapi miliknya banyak dibeli masyarakat dengan harga yang cukup baik.

Harga sapi Bali berkisar Rp19-25 juta per ekor, sementara sapi Limousin atau Simental dijual dengan harga Rp50-80 juta per ekor.

Peningkatan permintaan hewan kurban yang terjadi saat ini merupakan berkah tersendiri bagi para peternak.

Namun, terbatasnya sapi yang beredar membuat harga jual bervariasi dan cenderung meningkat.

Tingginya permintaan sapi kurban memicu kenaikan harga rata-rata hingga Rp2 juta per ekor.

Diperkirakan harga sapi akan terus meningkat mendekati Hari Raya Iduladha.

Para pedagang mengimbau warga untuk segera membeli sapi kurban guna menghindari lonjakan harga yang lebih tinggi. (Suriyatman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *